Sabtu, 22 Agu 2026
  • Home
  • iRelease
  • Polbeng dan Transformasi Digital Pesantren: Membentuk Santri sebagai Kreator Teknologi

Polbeng dan Transformasi Digital Pesantren: Membentuk Santri sebagai Kreator Teknologi

relleaseid Sabtu, 22 Agustus 2026 15:47 WIB

BENGKALIS ? Transformasi digital tidak lagi sebatas persoalan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi telah menjadi bagian penting dari proses pembentukan generasi yang adaptif, kreatif, dan produktif. Kesadaran tersebut menjadi landasan Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema "Transformasi Digital Pesantren melalui Penerapan Teknologi Informasi bagi Santri Pesantren Madani Sungai Alam.(22-8-2026)

Program ini dirancang bukan sekadar untuk memperkenalkan teknologi kepada santri, melainkan mendorong perubahan cara pandang terhadap teknologi. Santri diarahkan untuk tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mulai memahami bagaimana teknologi dapat menjadi instrumen pembelajaran, komunikasi, kreativitas, bahkan pengembangan potensi diri.

Rangkaian kegiatan diawali pada 18 Agustus 2026 di Pesantren Madani Sungai Alam melalui sesi pengenalan teknologi yang disampaikan oleh Larbiel Hadi, S.Sos., M.Si. Para santri memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi informasi sekaligus pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perubahan digital yang berlangsung semakin cepat.

Pesan tersebut menjadi penting karena perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berkomunikasi, belajar, dan menghasilkan karya. Dalam konteks pendidikan pesantren, literasi digital dapat menjadi jembatan yang memperluas ruang belajar sekaligus membuka kesempatan bagi santri untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dari Pengguna Menjadi Kreator Digital

Tahap berikutnya dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 di Laboratorium Jurusan Administrasi Niaga, Program Studi Bisnis Digital, Politeknik Negeri Bengkalis. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Ir. Johny Custer, S.T., M.T.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi generasi muda, termasuk para santri. Teknologi, menurut perspektif kegiatan tersebut, perlu ditempatkan sebagai sarana yang dapat digunakan secara positif dan produktif untuk menjawab tantangan kehidupan modern.

Orientasi inilah yang kemudian diterjemahkan dalam kegiatan praktik. Santri mendapatkan materi mengenai desain digital menggunakan Canva serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang disampaikan oleh Ir. Andri Nofiar, AM, S.Kom., M.Kom.

Pendekatan pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori. Para peserta secara langsung mempraktikkan pembuatan desain digital dan mengeksplorasi pemanfaatan AI sebagai teknologi pendukung proses kreatif. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengalami proses menghasilkan karya secara mandiri.

Sebanyak 20 santri mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mulai mengeksplorasi berbagai fitur Canva dan mencoba mengintegrasikan teknologi AI dalam proses menghasilkan desain.

Model pembelajaran semacam ini memperlihatkan bahwa literasi digital akan lebih bermakna ketika peserta didik diberi kesempatan untuk bereksperimen. Teknologi tidak diposisikan sebagai sesuatu yang abstrak, melainkan sebagai alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang konkret.

Kreativitas sebagai Modal Generasi Digital

Apresiasi terhadap kreativitas peserta turut diberikan melalui penghargaan bagi desain terbaik dan desain terfavorit. Penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari strategi membangun motivasi dan kepercayaan diri santri dalam menghasilkan karya digital.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menciptakan konten yang baik menjadi kompetensi yang semakin penting. Santri yang memiliki kemampuan desain, memahami teknologi AI, dan mampu mengomunikasikan gagasan secara visual memiliki modal tambahan untuk beradaptasi dengan ekosistem digital.

Karena itu, transformasi digital di lingkungan pesantren idealnya tidak dimaknai sebagai upaya mengejar teknologi semata. Lebih jauh, transformasi tersebut merupakan proses membangun manusia yang mampu menggunakan teknologi secara kritis, etis, kreatif, dan produktif.

PkM sebagai Jembatan Pengetahuan Perguruan Tinggi

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Politeknik Negeri Bengkalis tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan pengetahuan serta keterampilan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Lingkungan pesantren menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun ekosistem literasi digital. Para santri merupakan bagian dari generasi muda yang akan berhadapan langsung dengan perubahan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan. Membekali mereka dengan kompetensi digital berarti mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi perubahan tersebut.

Yang menarik, program ini tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Tim pengabdian telah menyiapkan pendampingan secara berkala setiap dua minggu sekali. Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu santri mengembangkan keterampilan desain, memperdalam pemanfaatan AI, serta meningkatkan kualitas karya digital yang dihasilkan.

Pendekatan berkelanjutan ini menjadi bagian penting dari transformasi digital. Sebab, keterampilan teknologi tidak cukup dibangun melalui satu kali pelatihan. Ia membutuhkan proses belajar, praktik, evaluasi, dan pendampingan yang konsisten.

Menuju Pesantren yang Adaptif terhadap Teknologi

Program transformasi digital yang dilakukan Politeknik Negeri Bengkalis bersama Pesantren Madani Sungai Alam pada akhirnya membawa pesan yang lebih luas: kemajuan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kapasitas manusia yang menggunakannya.

Santri tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan teknologi. Mereka perlu memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, berkomunikasi, dan menciptakan peluang.

Melalui pelatihan Canva dan AI, para santri diperkenalkan pada satu bagian kecil dari ekosistem digital yang sangat luas. Namun, dari proses tersebut dapat tumbuh kebiasaan penting: berani mencoba, menciptakan, mengevaluasi, dan mengembangkan karya.

Politeknik Negeri Bengkalis berharap program ini dapat mendorong santri Pesantren Madani Sungai Alam menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator digital yang produktif dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, transformasi digital pesantren bukan sekadar perubahan dari cara manual menuju penggunaan teknologi. Transformasi tersebut merupakan ikhtiar untuk membangun sumber daya manusia yang mampu menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperluas pengetahuan, memperkuat kreativitas, dan mengembangkan potensi diri.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam kerangka program PNBP Polbeng Tahun 2026 berdasarkan Nomor Kontrak 182/PL31.07/PM/2026. Melalui program tersebut, Politeknik Negeri Bengkalis terus memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan pendidikan dan teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.(Rilis)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments