Selasa, 16 Jul 2024
  • Home
  • OLAHRAGA
  • Gegara Pegang Trofi Piala Dunia 2022, Salt Bae, Chef Tenar Turki Dikecam, Fakta Kedekatannya dengan Messi

Gegara Pegang Trofi Piala Dunia 2022, Salt Bae, Chef Tenar Turki Dikecam, Fakta Kedekatannya dengan Messi

Administrator Rabu, 21 Desember 2022 14:01 WIB

BOLLA, DUNIA, - Seorang chef terkenal asal Turki, Salt Bae dikecam gara-gara aksinya memegang trofi Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar, seusai laga final Piala Dunia 2022 Argentina vs Prancis, Minggu (18/12/2022)

Setelah laga final Argentina vs Prancis di final Piala Dunia 2022, Salt Bae terlihat�memegang trofi Piala Dunia 2022 yang dimenangkan La Albiceleste setelah unggul adu penalti 4-2 melawan Prancis.

Momen Salt Bae memegang trofi Piala Dunia 2022 tersebut diunggah chef yang terkenal sebagai ahli daging steak dengan pelanggan atlet dan selebritis dunia tersebut ini diunggah media sosialnya.

Terungkap kedekatan Salt Bae dengan pemain-pemain Argentina termasuk Lionel Messi.�

Seperti dilansir dari Mirror, sang chef tampak diizinkan berada di lapangan saat perayaan juara Timnas Argentina.

Setelah penyerahan trofi di panggung utama Piala Dunia 2022 di Lusail Stadium, Qatar, Salt Bae, yang bernama asli Nusret Gokce tersebut, turun ke lapangan dan memegang trofi Piala Dunia bersama sejumlah pemain Timnas Argentina.

Dalam salah satu momen, Salt Bae bahkan tampak menggigit medali emas untuk para pemain dari skuad juara Argentina.

Sementara rofi Piala Dunia secara aturan, terbilang ketat untuk bisa dipegang atau bahkan disentuh.

Tak sembrangan orang bisa menimang-nimang�trofi�Piala Dunia,�Salt Bae�dianggap tidak masuk dalam kategori orang yang berhak menyentuh�trofi�berlapis emas tersebut.��

"Faktanya, FIFA menyatakan, "Trofi asli Piala Dunia hanya bisa disentuh dan dipegang oleh sekelompok orang yang terpilih, termasuk di antaranya mantan juara Piala Dunia dan kepala negara," tulis Mirror mengutip aturan FIFA soal siapa yang bisa menyentuh trofi Piala Dunia.

Dikutip TribunKaltim.co dari Tribunnews.com di Chef Ahli Daging Steak Salt Bae Panen Kecaman Karena Aksi Pegang Trofi Piala Dunia 2022 di Lapangan, secara aturan, Salt Bae jelas tak berhak memegang trofi Piala Dunia tersebut.

Kedekatannya dengan sejumlah pemain Argentina, termasuk Lionel Messi yang diketahui sering makan steak di restoran sang chef, sepertinya membuat Salt Bae punya privilege untuk bisa merayakan kemenangan bersama para pemain Argentina.

Aksi�Salt Bae memegang�trofi�dan mengambil sejumlah foto dengan penghargaan tersebut, sambil berpose di depan kamera memicu kecaman dari fans sepakbola di media sosial.

Seorang Instagrammer berkata: "Anda tidak boleh menyentuh Piala. Anda bukan seorang juara."

Netizen lain mempertanyakan mengapa pemilik restoran Turki diizinkan untuk meraih penghargaan monumental:

"Saya pikir hanya juara dunia yang bisa menyentuh Piala?"

Ada juga netizen juga melontarkan pertanyaan menohok, "Mengapa Anda memegangnya dan mengapa Anda berada di lapangan? Anda seharusnya tidak berada di sana.

Ini adalah waktunya bagi para pemain yang telah bekerja keras dan bukan bagi para selebritas untuk berkeliaran dan berfoto selfie untuk promo mereka sendiri ."

Seseorang berkata: "Bagus, tetapi Anda seharusnya tidak diizinkan memegang�trofi�kecuali Anda telah memenangkannya."

Yang lain mengecam: "Mereka bekerja keras untuk�trofi�itu. Anda bahkan tidak boleh menyentuhnya!"

Salt Bae bukan satu-satunya selebritas yang diizinkan untuk pergi dan menyentuh�trofi�Piala Dunia.

Penyanyi Rihanna, juga pernah menuai kontroversi karena menyentuh, memegang, dan bahkan mencium piala tersebut saat Jerman menjadi juara pada 2014.

Trofi Piala Dunia Terbuat dari Emas Padat

Dikutip dari Euro Sport, trofi Piala Dunia secara resmi digambarkan sebagai emas padat.

Dengan tinggi 36,5 sentimeter,�trofi�Piala Dunia�tersebut terbuat dari 6,175 kilogram emas 18 karat (75 persen).

Jumlah emas yang membentuk sebagian besar�trofi�Piala Dunia�bernilai sekitar 161.000 dolar AS atau sekitar Rp 2,5 miliar pada tahun 2018.

Secara keseluruhan,�trofi�tersebut bernilai 20 juta dolar AS atau Rp 312 miliar.

Angka ini menjadikannya sebagai�trofi�olahraga termahal di dunia. Sayangnya,�trofi�tersebut tak boleh dibawa pulang oleh pemenang.

Mereka hanya menerima replika perunggu dari piala tersebut. Namun, replika perunggu itu juga berlapis emas, meski bukan emas murni.

Fans dapat melihat�trofi�Piala Dunia�di Museum Sepak Bola Dunia FIFA di Zurich, Swiss.

Selain itu,�trofi�asli juga ditampilkan dalam sejumlah acara resmi, seperti ketika pengundian grup.

Pertama kali diciptakan tahun 1930

Perlu diketahui bahwa diciptakannya�trofi�Piala Dunia�beriringan dengan dicetuskannya�Piala Dunia�yang pertama kali digelar pada tahun 1930.

Pada saat itu, Uruguay menjadi tuan rumah�Piala Dunia�pertama usai Presiden FIFA, Jules Rimet, menggagas turnamen sepakbola antarnegara ini.

Dilansir dari�History, Jules adalah Presiden FIFA yang terpilih pada tahun 2021. Ia lahir di Theuley-les-Lavoncourt, sebuah desa kecil di Perancis, pada 14 Oktober 1873.

Jules adalah sosok yang mencintai olahraga, bahkan ia terlibat dalam pendirian sebuah klub olahraga di Paris bernama Red Star.

Dari situlah, ia membantu kemajuan sepakbola di Prancis dan selanjutnya menduduki jabatan sebagai Presiden Federasi Sepakbola Prancis yang pertama pada tahun 1919.�

Perjalanannya di dunia sepakbola lantas berlanjut sebagai Presiden FIFA yang ketiga dan momen inilah yang dimanfaatkan untuk menginisasi gelaran�Piala Dunia�pertama.

Dilansir dari�Olympics, pembuatan�trofi�untuk calon pemenang�Piala Dunia�pertama ini dipercayakan kepada Abel Lafleur.

Lafleur adalah seorang pematung asal Perancis yang mendesain�trofi�Piala Dunia�pertama yang menampilkan desain patung emas Nike.

Nike adalah dewi kemenangan Yunani yang digambarkan pada�trofi�Piala Dunia�dengan piala bersegi delapan yang berada di atas kepalanya lengkap dengan karangan bunga di lehernya.

Diberi nama Jules Rimet

Pada awalnya,�trofi�Piala Dunia�diberi nama Victory yang terbuat dari perak murni dengan lapisan emas.

Tinggi dari�trofi�ini 35 centimeter, berat 3,8 kilogram, dan bagian dasarannya terbuat dari lapis lazuli atau batu semi mulia.

Tapi, nama Victory lantas diganti menjadi Jules Rimet pada tahun 1946 untuk menghormati Jules Rimet sebagai penggagas�Piala Dunia�pertama.

Trofi tersebut sempat diangkut menggunakan kapal Conte Verde ketika berlayar menuju Uruguay yang di dalamnya terdapat Timnas Belgia, Perancis, dan Rumania.

Trofi�Piala Dunia�dicuri 2 kali

Trofi�Piala Dunia�sempat mengalami beberapa ancaman yang membuanya harus disembunyikan bahkan keberadaannya hilang hingga hari ini.

Salah satunya terjadi ketika�Piala Dunia�II di mana�trofi�Piala Dunia�disimpan dalam sebuah kotak sepatu dan disembunyikan di bawah tempat tidur.

Siasat ini dilakukan oleh Wakil Presiden FIFA asal Italia Ottorino Barassi dan�trofi�Piala Dunia�tetap aman di bawah tempat tidur Barassi hingga tahun 1950 di Brasil.�

Selanjutnya,�trofi�Piala Dunia�sempat dicuri di Inggris ketika dipertontonkan ke hadapan publik di Methodist Central Hall di Westminster, Inggris.

Pencurian tersebut terjadi pada tanggal 20 Maret 1966 dan�trofi�Piala Dunia�yang dipamerkan di Inggris baru ditemukan seminggu setelahnya.

Trofi�Piala Dunia�lantas ditemukan oleh seekor anjing bernama Pickles dalam kondisi terbungkus koran.

Setelah�trofi�Piala Dunia�berhasil ditemukan,�trofi�ini kembali dicuri dari markas Konfederasi Sepakbola Brasil pada tahun 1983.

Peristiwa itu terjadi setelah Brasil menjuarai�Piala Dunia�ketiganya pada tahun 1970 dan berhak menyimpan�trofi�Piala Dunia�secara permanen.

Sayangnya, berbeda dengan di Inggris,�trofi�Piala Dunia�yang dicuri di Brasil keberadaannya masih misterius hingga hari ini.

Trofi Piala Dunia terbaru

Sejak tahun 1974, FIFA menghadirkan desain�trofi�Piala Dunia�yang baru yang disebut FIFA World Cup.

Pembuatan�trofi�ini dipercayakan kepada seniman asal Italia Silvio Gazzaniga dan tingginya mencapai 36,5 centimeter.

Trofi tersebut juga terbuat dari emas 18 karat seberat 6,175 kilogram dengan menampilkan dua orang manusia memengang bumi.

Trofi�Piala Dunia�bikinan Silvio Gazzaniga masih dipertahankan desainnya hingga hari ini, namun tidak dapat dibawa pulang oleh negara yang menjuarai�Piala Dunia.

FIFA hanya memberikan�trofi�replika dan�trofi�yang asli disimpan di markas FIFA di Zurich, Swiss. (*)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments